<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3006331143455889790</id><updated>2012-02-16T17:43:32.203-08:00</updated><category term='Video Wisata di KBB'/><category term='Deskripsi Potensi Wisata KBB'/><title type='text'>Disbudpar KBB</title><subtitle type='html'>Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://disbudpar-kbb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3006331143455889790/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disbudpar-kbb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>budpar kbb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17343403316537989762</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3006331143455889790.post-3039574327972244966</id><published>2009-05-22T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T22:24:05.619-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Deskripsi Potensi Wisata KBB'/><title type='text'>Potensi Wisata di Kabupaten Bandung Barat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE4cThRzPI/AAAAAAAAABQ/BkwHjG6D0q8/s1600-h/cihideung+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE4cThRzPI/AAAAAAAAABQ/BkwHjG6D0q8/s320/cihideung+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332605492710722802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agrowisata Bunga Cihideung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelah utara Kabupaten Bandung Barat yang kaya akan potensi alamnya dengan kondisi tanah dan suhu udara tertentu menjadikan lahan pertanian yang subur ditumbuhi berbagai hasil pertanian merupakan karunia Allah SWT kepada umatnya. Di Desa Cihideung Kecamatan Parongpong terdapat Area Agrowisata yang ditumbuhi berbagai jenis bunga dengan koleksi berbagai spesies anggrek dan bunga-bunga lainnya dengan berbagai bentuk dan warna menarik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt; mendapatkan julukan sebagai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kembang (Kota Bunga) sudah dikenal tidak saja sampai ke seluruh Nusantara tetapi juga dikenal di Mancanegara.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cihidueng, desa yang terletak di kecamatan Parongpong ini, yang dulunya hanya merupakan tempat bercocok tanam ala kadarnya saja, kini telah berkembang menjadi "Kawasan Wisata Bunga". Kawasan ini memang tepat disebut sebagai kawasan wisata bunga, karena di sepanjang desa ini terlihat berbagai tanaman bunga yang dikembangbiakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis tanaman bunga bisa kita temui di desa Cihideung ini, dari tanaman hias hingga tanaman potong. Tanaman (bunga) hias biasanya adalah tanaman yang digunakan untuk memperindah taman, dan tanaman (bunga) potong biasanya adalah tanaman/ bunga yang diperlukan untuk keperluan dekorasi. Di desa Cihideung ini lebih dari 80% warga desa Cihideung menjadi petani bunga, dimana terdiri dari 30% petani bunga potong, dan 50% petani bunga hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi kekurangan daerah ini adalah tidak adanya fasilitas wisata yang disediakan, semisal tempat parkir yang luas. Untuk bisa berkeliling di area kebun bunga ini kita hanya bisa memarkirkan kendaraan kita di pinggir–pinggir jalan di sepanjang desa Cihideung. Tapi hal itu tidak menjadi hambatan bagi setiap pengunjung untuk datang untuk sekedar melihat–lihat ataupun membeli bunga untuk memperindah taman di rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tanaman bunga, terdapat juga berbagai jenis bibit buah–buahan. Terdapat begitu banyak bibit buah-buahan yang ada, diantaranya mangga, jeruk, pepaya, sawo, dan berbagai jenis bibit buah–buahan lainnya. Bibit buah–buahan yang ada banyak dibeli oleh orang–orang yang hobi berkebun, atau orang–orang yang hanya ingin menambah koleksi tanaman buah–buahannya di tamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa wisata bunga Cihideung yang merupakan tempat wisata persinggahan ini terletak sekitar 20 km dari kota Bandung, bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum ataupun dengan kendaraan pribadi. Bila kita menempuh jalan melalui jalan Cihanjuang, kita juga bisa menikmati indahnya perkebunan disepanjang jalan menuju desa Cihideung. Kesegaran dan kesejukan tersaji di sepanjang perjalanan menuju lokasi. (Sumber : www.bandungtotal.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE5OtvGZEI/AAAAAAAAABY/hxGj7xCN5IE/s1600-h/gua+pawon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 185px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE5OtvGZEI/AAAAAAAAABY/hxGj7xCN5IE/s320/gua+pawon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332606358741476418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Situs Manusia Purba (Gua Pawon)&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan karakteristik geologi yang unik, langka dan khas sebagai proses geologi dari mulai zaman prasejarah situs manusia Purba Gua Pawon merupakan aset nasional bahkan aset dunia karena kelangkaannya dan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi yang harus dilestarikan. Berdasarkan penelitian arkeolog di dunia terdapat 5 (&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;) situs manusia purba yang salah satunya terdapat di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yaitu situs manusia purba Gua Pawon tepatnya di Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat kabupaten Bandung Barat. Gua Pawon termasuk Karst kelas 1 yang merupakan arsip sejarah yang bernilai sangat tinggi yang tersimpan di perpustakaan alam.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE6AJ5N6lI/AAAAAAAAABg/swaNlNscYsI/s1600-h/ciburuy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE6AJ5N6lI/AAAAAAAAABg/swaNlNscYsI/s320/ciburuy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332607208113695314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Situ Ciburuy&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Merupakan danau yang terletak di pinggir jalan raya &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt; – &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di daerah perkotaan Kecamatan Padalarang sehingga aksesibilitas jalan ke lokasi objek wisata Situ Ciburu sangat mudah. Memiiki luas 8 Ha dengan area keseluruhan seluas 41 Ha. Di tengah danau terdapat daratan yang digunakan sebagai tempat istirahat setelah berperahu sambil menikmati hidangan khas sunda.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE6s-OMfoI/AAAAAAAAABo/TMqvH-PBjCI/s1600-h/maribaya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE6s-OMfoI/AAAAAAAAABo/TMqvH-PBjCI/s320/maribaya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332607978074570370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wisata Alam Maribaya&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maribaya dengan keindahan alamnya dan udaranya yang bersih da sejuk memiliki area wisata dengan luas 5,5 Ha terletak di kecamatan Lembang dan berjarak sekitar 5 Km dari Kota Lembang, merupakan tempat rekreasi yang mempunyai potensi sumber air panas mengandung belerang dan mineral.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan pengalaman para pengunjung yang datang secara berendam di kolam air panas Maribaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti pegal-pegal, rematik, ganguan saraf ringan, keluhan kekakuan tulang belakang, serta berbagai macam penyakit kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE7NXLUBNI/AAAAAAAAABw/e1NqO0nkuIs/s1600-h/perahu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE7NXLUBNI/AAAAAAAAABw/e1NqO0nkuIs/s320/perahu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332608534529180882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Tangkuban Perahu&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Taman&lt;/st1:place&gt; wisata alam Tangkuban perahu banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara karena keindahan panorama alamnya yang mempesona dengan alamnya. Gunung tangkuban perahu mempunyai tinggi 2.076 m yang apabila kita melihat dari jarak jauh berbentuk seperti perhu terbalik.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE7swWZOVI/AAAAAAAAAB4/fp7MakVjwOc/s1600-h/cirata.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE7swWZOVI/AAAAAAAAAB4/fp7MakVjwOc/s320/cirata.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332609073862490450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Waduk Cirata&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Memiliki luas 6200 ha dengan elevasi muka air banjir 223 m, elevasi muka air normal 220 m dan elevasi muka air rendah 205 m, sehingga volume air waduk 2.165 juta m3 dan isi efektif waduk 796 juta m3.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lahan Cirata tersebar luas di tiga kabupaten yaitu kab. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Barat, Kab. Purwakarta, dan Kab. Cianjur, merupakan area perairan dan darat yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha di luar ketenagalistrikan karena di dukung dengan pemandangan alam yang menarik bagi pengembangan kawasan wisata alam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Curug Malela&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;                                 Merupaka&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE8UDrEyOI/AAAAAAAAACA/NF2eVvKCPX4/s1600-h/malela.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE8UDrEyOI/AAAAAAAAACA/NF2eVvKCPX4/s320/malela.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332609749064403170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;n Wana wisata alam yang terletak di Desa Cicadas Kecamatan Rongga, lokasi terletak di sebelah selatan dari Kabupaten Bandung Barat dan dari Kantor Kecamatan Rongga berjarak sekitar 12 km. Curug ini memiliki panorama alam yang sangat mempesona dan menakjubkan, dengan gelombang curugnya yang unik yang jarang sekali dimiliki curug lainnya, memiliki lebar kurang lebih 30 m dengan ketinggian mencapai 70 m. Untuk mencapai daerah ini kita dapat berjalan kaki sambil menikmati panorama alam dan udaranya yang masih sangat sejuk dan bersih. Wana wisata ini memang masih sangat alami dengan kondisi alam yang sangat menantang sehingga banyak para pecinta alam yang berpetualang menjelajahi lokasi curug sambil berkemah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Situ lembang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE9MNz1wQI/AAAAAAAAACI/CIIdnTgHFt0/s1600-h/situ+lembang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 177px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE9MNz1wQI/AAAAAAAAACI/CIIdnTgHFt0/s320/situ+lembang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332610713858195714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;       Merupakan danau buatan dengan potensi kawasan yang sangat menakjubkan, terdiri dari hutan tanaman pinus dan sumber air yang ada berupa sungai serta kawasan menuju hutan cukup menarik dengan pemandangan alam berupa hutan tanaman pinus dan hutan pegunungan, dengan iklim dataran tinggi. Situ Lembang terletak pada ketinggian 1.567 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya landai. Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.500 mm/ tahun dengan suhu udara 15-25 &lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C, terletak di kawasan Bandung Utara, tepatnya di lembah besar antara Gunung Burangrang dan tangkuban Perahu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgOgDXCO1CI/AAAAAAAAACQ/evhsv4JNyZ4/s1600-h/boscha.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgOgDXCO1CI/AAAAAAAAACQ/evhsv4JNyZ4/s320/boscha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333282363320226850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:12;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Observatorium Bosscha&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;  &lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Observatorium Bosscha&lt;/span&gt; merupakan salah satu tempat peneropongan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang" title="Bintang"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;bintang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tertua di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Observatorium Bosscha berlokasi di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lembang" title="Lembang"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lembang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sekitar 15 km di bagian utara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung" title="Kota Bandung"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kota Bandung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dengan koordinat geografis 107° 36' &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bujur_Timur" title="Bujur Timur"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bujur Timur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan 6° 49' &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lintang_Selatan" title="Lintang Selatan"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lintang Selatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektar, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plato" title="Plato"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;plato&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Bandung. Kode observatorium &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Astronomi_Internasional" title="Persatuan Astronomi Internasional"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Persatuan Astronomi Internasional&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk observatorium Bosscha adalah 299.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Observatorium Bosscha (dahulu bernama &lt;i&gt;Bosscha Sterrenwacht&lt;/i&gt;) dibangun oleh &lt;i&gt;Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging&lt;/i&gt; (NISV) atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perhimpunan_Bintang_Hindia_Belanda&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Perhimpunan Bintang Hindia Belanda (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perhimpunan Bintang Hindia Belanda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Pada rapat pertama NISV, diputuskan akan dibangun sebuah observatorium di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; demi memajukan Ilmu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astronomi" title="Astronomi"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Astronomi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia_Belanda" title="Hindia Belanda"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hindia Belanda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dan di dalam rapat itulah, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karel_Albert_Rudolf_Bosscha" title="Karel Albert Rudolf Bosscha"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Karel Albert Rudolf Bosscha&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, seorang tuan tanah di perkebunan teh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malabar" title="Malabar"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Malabar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan observatorium ini sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun sejak tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1923" title="1923"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1923&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sampai dengan tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1928" title="1928"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1928&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1933" title="1933"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1933&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II" title="Perang Dunia II"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perang Dunia II&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Oktober" title="17 Oktober"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;17 Oktober&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1951" title="1951"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1951&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI. Setelah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Institut_Teknologi_Bandung" title="Institut Teknologi Bandung"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Institut Teknologi Bandung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (ITB) berdiri pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1959" title="1959"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1959&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. (Sumber : id.wikipedia.org)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgOhpH5gWlI/AAAAAAAAACY/K0J_uSHFj2g/s1600-h/saguling.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 145px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgOhpH5gWlI/AAAAAAAAACY/K0J_uSHFj2g/s320/saguling.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333284111603751506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:12;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Waduk Saguling&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Waduk Saguling&lt;/span&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk" title="Waduk"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;waduk&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; buatan yang terletak di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bandung_Barat" title="Kabupaten Bandung Barat"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kabupaten Bandung Barat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada ketinggian 643 m di atas permukaan laut.&lt;sup id="cite_ref-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Saguling#cite_note-0" title=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Waduk ini merupakan salah satu dari tiga waduk yang membendung aliran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Citarum" title="Sungai Citarum"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sungai Citarum&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang merupakan sungai terbesar di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dua waduk lainnya adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Jatiluhur" title="Waduk Jatiluhur"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Waduk Jatiluhur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Waduk_Cirata&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Waduk Cirata (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Waduk Cirata&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semula, Waduk Saguling direncanakan hanya untuk keperluan menghasilkan tenaga listrik. Pada tahap pertama pembangkit tenaga listrik yang dipasang berkapasitas 700 MW, tetapi bila di kemudian hari ada peningkatan kebutuhan listrik pembangkit dapat ditingkatkan hingga mencapai 1.400 MW. Badan yang bertanggungjawab dalam pembangunannya adalah Proyek Induk Pembangkit Hidro (PIKITDRO) dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_Listrik_Negara" title="Perusahaan Listrik Negara"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perusahaan Listrik Negara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (PLN), Depatemen Pertambangan dan Energi (sekarang menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Departemen_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral_Republik_Indonesia" title="Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Selanjutnya, dengan mempertimbangkan permasalahan lingkungan di daerah itu, Saguling ditata-ulang sebagai bendungan multiguna, termasuk untuk kegunaan pengembangan lain seperti perikanan, agri-akuakultur, pariwisata, dan lain-lain. Sekarang, waduk ini juga digunakan untuk kebutuhan lokal seperti mandi, mencuci, bahkan untuk membuang kotoran. Hal ini membuat Waduk Saguling kondisinya lebih mengkhawatirkan ketimbang Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur yang sudah dibangun lebih dahulu. Hal tersebut terjadi karena sebagai pintu pertama Sungai Citarum, di Saguling inilah semua kotoran "disaring" untuk pertama kali sebelum kemudian disaring kembali oleh Waduk Cirata dan terakhir oleh Waduk Jatiluhur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Daerah di sekitar Waduk Saguling berupa perbukitan, dengan banyak sumber air yang berkontribusi pada waduk. Hal tersebut membuat bentuk Waduk Saguling sangat tidak beraturan dengan banyak teluk. Daerah waduk ini asalnya adalah berupa daerah pertanian. Daerah perikanan dari waduk berhadapan dengan tekanan kuat dari populasi penduduk. Hal tersebut terjadi karena 50% dari populasi terdiri dari petani dengan tingkat pertumbuhan tinggi. Peningkatan populasi petani tersebut mengakibatkan berkurangnya lahan yang dapat diolah sehingga memaksa mereka mengembangkan lahan pertanian mereka dengan melakukan pembabatan hutan. Sebagai konsekuensinya, muncul masalah banjir dan longsor di musim hujan. Institut Ekologi di Bandung telah mempelajari hal ini sejak tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1978" title="1978"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1978&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, terutama tentang kondisi dasar daerah ini dan pemantauan serta pengelolaan lingkungan untuk meningkatkan standar hidup penduduk. (Sumber : id.wikipedia.org)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bumi Perkemahan Cikole&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgOi4oRA1QI/AAAAAAAAACg/Rv4vkA7f0Pw/s1600-h/cikole.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 92px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgOi4oRA1QI/AAAAAAAAACg/Rv4vkA7f0Pw/s320/cikole.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333285477501949186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bumi Perkemahan Cikole/Cikole Endah merupakan lokasi wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani ini terletak sekitar 30 km dari Kota Bandung, tepatnya di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Selain berfungsi sebagai wana wisata harian, lokasi ini sering digunakan untuk berkemah. Di lokasi ini terdapat area perkemahan yang mampu menampung 50 unit kemah.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kawasan hutan seluas kurang lebih 10 Ha yang sebelumnya merupakan hutan produksi pinus kini telah dikembangkan menjadi bumi perkemahan. Dan ternyata tidak hanya pohon pinus saja yang tumbuh di daerah ini, tetapi terdapat juga pohon aghatis dan kaliandra. Cikole Endah tidak hanya berfungsi sebagai wana wisata alam dan bumi perkemahan saja. Fungsi lain dari Cikole Endah juga menyediakan arena untuk outbond training, jungle kids, jogging track dan beberapa fungsi lainnya lagi. Di sini juga terdapat sumber mata air yang digunakan untuk keperluan pengunjung, terutama para pengunjung yang berkemah di lokasi ini. Untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan yang berkunjung juga yang berkemah, Cikole Endah memiliki fasilitas yang cukup lengkap, diantaranya adalah pagar pengaman, shelter, jalan setapak, jembatan, tempat parkir, gardu jaga, gerbang/ loket karcis, rumah petugas, musholla, MCK, instalasi air dan instalasi listrik, mesin diesel. Untuk bisa sampai di Cikole Endah, kita tidak perlu bingung, karena lokasi ini berada di pinggir jalan di seberang gerbang masuk Tangkuban Perahu, dapat ditempuh menggunakan angkutan umum. (Sumber : www.bandungtotal.com)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3006331143455889790-3039574327972244966?l=disbudpar-kbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disbudpar-kbb.blogspot.com/feeds/3039574327972244966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disbudpar-kbb.blogspot.com/2009/05/potensi-wisata-di-kabupaten-bandung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3006331143455889790/posts/default/3039574327972244966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3006331143455889790/posts/default/3039574327972244966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disbudpar-kbb.blogspot.com/2009/05/potensi-wisata-di-kabupaten-bandung.html' title='Potensi Wisata di Kabupaten Bandung Barat'/><author><name>budpar kbb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17343403316537989762</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1QVtgn3rKLg/SgE4cThRzPI/AAAAAAAAABQ/BkwHjG6D0q8/s72-c/cihideung+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3006331143455889790.post-1062634279925029925</id><published>2009-05-20T21:24:00.001-07:00</published><updated>2009-05-20T22:01:37.517-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Wisata di KBB'/><title type='text'>Air Terjun Maribaya</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/LGnN-lQ32Ck&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/LGnN-lQ32Ck&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8nTIzM4LzyM&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8nTIzM4LzyM&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3006331143455889790-1062634279925029925?l=disbudpar-kbb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://disbudpar-kbb.blogspot.com/feeds/1062634279925029925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://disbudpar-kbb.blogspot.com/2009/05/air-terjun-maribaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3006331143455889790/posts/default/1062634279925029925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3006331143455889790/posts/default/1062634279925029925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://disbudpar-kbb.blogspot.com/2009/05/air-terjun-maribaya.html' title='Air Terjun Maribaya'/><author><name>budpar kbb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17343403316537989762</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
